Nama Pengguna
Kata Sandi

HUBUNGAN INTERNAL AUDIT DENGAN MANAJEMEN

By Admin, Posted in Tidak-Ada-Kategori, 17 September 2013

Pentingnya Hubungan Internal Audit dengan Manajemen
Oleh Pionir Harapan


Seiring dengan perkembangan bisnis yang berdampak terhadap organisasi dengan rentang kendali dan problematika yang timbul sebagai akibat turbulensi perekonomian, pimpinan organisasi memerlukan “alat” untuk mengetahui apakah setiap unit kerja dapat berfungsi seperti yang diharapkan, yang dapat memberikan masukan-masukan untuk meningkatkan kinerja organisasi. Oleh karenanya pimpinan memerlukan alat kendali yang independen, obyektif, dan mempunyai kompetensi serta keahlian yang dapat diandalkan yang dapat membantu dalam pencapaian tujuan organisasi, yaitu fungsi Internal Audit.
Dalam praktiknya masih terdapat pada beberapa organisasi di mana fungsi internal audit belum berfungsi seperti yang diharapkan atau belum difungsikan di dalam organisasi, sehingga timbul pertanyaan apakah internal audit harus ada atau sekedar ada ?

Ada Pepatah yang mengatakan tak kenal maka tak sayang, hal ini pun mungkin terjadi dalam praktik, yaitu masih banyak manajemen yang belum mengetahui fungsi dari internal audit, atau mungkin fungsi internal audit masih jauh dari yang diharapkan oleh manajemen.
Sebenarnya hubungan yang erat antara internal audit dengan manajemen akan dapat meningkatkan peran auditor dalam mencapai apa yang dituangkan di dalam internal audit charter, oleh karenanya Chief Audit Executive (CAE) dan Board harus jelas dalam menetapkan kesepahaman apa yang diharapkan oleh aktifitas internal audit.

Berdasarkan pengalaman penulis, keberhasilan fungsi internal audit sangat dipengaruhi dan dukungan atau seberapa besar manajemen “buy in” terhadap fungsi internal audit. Oleh karenanya sangat penting interaksi antara internal audit dengan manajemen, karena hubungan kerja yang baik sangat esensial bagi aktifitas internal audit untuk memenuhi tanggungjawabnya, tidak hanya dengan board, tetapi juga senior manajemen, pemegang saham, dan pemangku kepentingan lainnya.

Sejalan dengan hal tersebut The Institute of Internal Auditors (IIA) menerbitkan Practice Advisory yang mengatur beberapa aktifitas terutama yang dicapai CAE, merupakan kunci untuk tercapainya hubungan yang efektif antara board  (board as an organization’s governing body) dan aktifitas internal audit:

  1. Menjaga komunikasi yang efektif dengan board dan chair, termasuk komunikasi terbuka dan terus terang (tanpa ditutupi) dengan board
  2. Mengembangkan risk based plan audit yang  akan mempertemukan tujuan yang relevan dari board charter dan komunikasi kinerja aktifitas internal audit untuk perencanaan
  3. Laporan formal dan informal kepada board secara regular dan tepat waktu
  4. Membantu board di dalam memahami  charter, aktifitas, dan proses yang memadai untuk memenuhi tanggung jawabnya
  5. Menjamin bahwa internal audit charter, peranan, dan aktifitas telah dipahami dengan jelas dan responsif untuk kebutuhan board
  6. Membantu board di dalam memahami perubahan terhadap peraturan dan lingkungan bisnis yang berkaitan dengan governance, risk management, compliance, dan pengendalIan internal yang berkaitan.

Menurut Richard Chambers, president and CEO of the IIA, mencatat bahwa satu dari sepuluh CAE terkemuka saat ini menunjukkan kepiawaian berhubungan (relationship acumen). Richard menggambarkan kepiawaian hubungan merupakan kombinasi dari kompetensi yang tinggi (high competence) dan hubungan yang tinggi (high relationship) akan membuat fungsi internal audit menjadi trusted advisor.
Selanjutnya yang bersangkutan menyatakan bahwa kepiawaian berhubungan merupakan satu kunci atribut yang utama dari kesuksesan para CAE. Hubungan antara internal audit dengan senior executive digambarkan dalam The relational coordination framework, yaitu kerangka untuk koordinasi hubungan antara beberapa pemangku kepentingan di dalam suatu organisasi.  Relational coordination didasarkan pada ide bahwa koordinasi tidak hanya terbatas pada pengelolaan dari saling ketergantungan  antara tugas, tetapi juga pengelolaan dari saling ketergantungan antara manusia yang melaksanakan tugas tersebut.Para peneliti dengan mengacu kepada kajian akademik dan literatur profesional untuk mengidentifikasi expectation gaps yang dapat mengakibatkan kurangnya relation coordination antara para CAE dengan senior executives.

Hasil kajian mengindikasikan terdapat beberapa area yang dapat dilakukan penyempurnaan di masing-masing area kunci dari relational coordination, yang  dapat dikategorikan ke dalam dua elemen:

A. The Nature of Relationships
Hubungan koordinasi fokus pada task-based relationship. Hubungan task-base merupakan konsep  ikatan antara work roles, daripada ikatan personal antara masing-masing individu  yang melaksanakan  work roles tersebut.
Kuatnya hubungan (Strong relationships) akan mempunyai:

1. Shared goals
    Senior executive dan CAE diharapkan akan dapat mempunyai pemahaman yang sama atas pentingnya pengendalian intern, misi dan peranan dari fungsi Internal audit, dan prioritas atau risiko yang menjadi fokus utama. Ekspektasi dari senior executive sangat mengharapkan lebih dari yang telah ada, yaitu dari peran asuran tradisional kepada pendekatan orientasi konsultan. CAE dan konterpart di dalam executive management membutuhkan kerjasama untuk menciptakan dan berbagi pemahaman dari tujuan fungsi internal audit.

2. Shared knowledge
    Shared knowledge memungkinkan manusia untuk berkomunikasi satu dengan lainnya dengan tingkat yang akurat untuk mengetahui tidak saja dalam rangka mendapatkan tugas yang spesifik tetapi juga bagaimana tugas mereka berhubungan kepada partisipant in other function. Pengakuan senior executive merupakan hal yang sangat kritis, bahwa CAE dan para  profesional di dalam fungsi internal audit harus memiliki pengalaman dan pengetahuan bisnis yang kuat. Tanpa pengakuan, kemungkinan senior executive mempunyai ekspektasi yang rendah atas sifat dan kualitas dari kontribusi internal audit yang dapat diberikan untuk organisasi. Jadi untuk mengelola ekspektasi ini, internal audit mungkin membutuhkan suatu media untuk digunakan sebagai target industry training atau strategic hiring dalam rangka memperoleh tambahan keahlian terpadu.

3. Mutual respect
    Saling menghargai dapat meningkatkan kemungkinan personal menjadi mau menerima ide-ide baru untuk berkomunikasi dengan koleganya yang berlainan fungsi  tanpa memperhatikan status. Kurangnya saling menghargai antara CAE dengan senior executive dapat menjadi ukuran di dalam menentukan hasil yang diharapkan, seperti kurang pemanfaatan jasa audit , pengabaian rekomendasi Internal audit , atau dikucilkan dari organisasi. Dari hasil studi mengindikasikan bahwa fungsi internal audit akan meningkat kredibilitasnya dengan menjadi “grooming ground” untuk posisi pemimpin masa depan di dalam organisasi.


B.The quality of  communications
Ketiga dimensi hubungan tersebut ;shared goals, share knowledge, dan mutual respect  akan menghasilkan kualitas  komunikasi yang tinggi dalam memenuhi tujuan organisasi.Efektifnya komunikasi akan dapat jadi alat yang dapat saling percaya, hubungan yang sehat antar CAE dan senior executive. Jelasnya  masing-masing pihak di dalam organisasi diharapkan dapat bekerjasama, dengan hasil yang optimal untuk semua yang berkepentingan.
Sehubungan dengan relational coordination, sifat dari komunikasi yang berkualitas tinggi mempunyai empat karakteristik:

  1. Frequent
  2. Timely
  3. Accurate
  4. Problem solving

Permasalahan dalam komunikasi akan memperbesar expectation gaps antara internal audit dan senior executive. Di samping seperti yang telah diuraikan di atas, selanjutnya bagaimana komite audit dapat digunakan sebagai media untuk memperkecil gap antara internal audit dan senior executive. Selanjutnya bagaimana eksistensi internal di tempat kita bekerja?

Agar fungsi internal audit dapat dikenal, maka kita harus mempromosikan fungsi internal audit serta dapat memberikan sumbangan yang  nyata yang dapat membantu  manajemen, dengan demikian manajemen merasa terbantu dengan keberadaan internal audit dan tentunya akan memperkecil gap yang ada.

Referensi :

  1. International Professional Practices Framework (IPPF), The IIA 2011 edition.
  2. CAE Strategic Relationships Building Rapport with the Executive Suite, Mohammad J. Abdomohamaddi, DBA,CPA. Sridhar Ramamoorti,Phd, CIA, CFSA, CGAP, CRMA. Gerrit Sarens, Phd, CIA, CCSA
Kembali ke Kategori sebelumnya

Dewan Sertifikas Qualified Internal Auditor © 2013 - Redesign by student@kwu.com