Nama Pengguna
Kata Sandi

You are in:

Tidak Ada Kategori

Persyaratan Calon Anggota DS-QIA

By Admin, Posted in Tidak-Ada-Kategori, 14 November 2013

PERSYARATAN CALON ANGGOTA

DEWAN SERTIFIKASI QUALIFIED INTERNAL AUDITOR 

 

  1. Warganegara Indonesia.

  2. Memiliki komitmen yang tinggi dan sanggup mengembangkan serta memajukan audit internal di Indonesia.

  3. Memiliki kompetensi dan reputasi yang tinggi di kelompok profesi dan dikenal masyarakat luas.

  4. Memiliki latar belakang pendidikan formal yang memadai dan pengalaman kerja yang relevan.

  5. Memiliki kompetensi teknis bidang audit dan manajerial yang baik.

  6. Bersedia menjadi pengurus dan menjalankan tugas dan kewajibannya, serta bersedia mengundurkan diri apabila sudah tidak memenuhi persyaratan.

  7. Sanggup terlibat dalam kegiatan DS-QIA tanpa mendapatkan imbalan finansial.

  8. Tidak pernah terlibat / melanggar hukum peraturan/undang-undang negara.

  9. Sehat jasmani dan rohani, usia maksimum 75 tahun.

 

Jakarta, 4 September 2007

Majelis Pendiri Dewan Sertifikasi Qualified Internal Auditor

 

 

 

ttd                                                                                                                  ttd               

Prof. Dr. Hiro Tugiman, Ak, QIA                                                     Drs. M. Chatim Baidaie, Ak, CFE, QIA

Baca Selebihnya

Internal Control over External Financial Reporting, A Compendium of Approaches and Examples- COSO

By Admin, Posted in Tidak-Ada-Kategori, 29 October 2013

Oleh: Soekardi Hoesodo



Tidak terasa saat Internal Control Framework versi COSO (Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission) yang diintrodusir pada tahun 1992, saat ini sudah berumur 20 tahun . Selama  kurun  waktu 20 tahun dunia sudah menjadi  sangat berubah, perubahan tadi telah memaksa pola bisnis baik di sektor privat maupun publik juga harus ditata dengan lebih cermat. Pada tahun 1992 sangat mustahil suatu diskusi bisa dilaksanakan tanpa hadir pada waktu dan tempat yang yang tepat, kekuatan ekonomi masih berpusat di Barat, Teknologi Informasi  belum merakyat, Auditor Internal belum mendapat tempat, pekerjaan Internal Auditor hanya mencari cari mana yang tidak tepat, bahkan profesi Auditor Internal adalah profesi yang tidak terhormat.
Di sponsori oleh beberapa lembaga-lembaga profesional independen (AICPA, AAA, IIA , IMA, dan FEI) pada tahun 1992 berhasil merumuskan konsepsi “baru”  cara memandang Internal Control yang sudah kita pahami semua, Internal control didefinisikan: Internal control is a process effected by an entity's board of director management and other personnel,   designed to provide reasonable  assurance   regarding the achievement of objectives in the following categories : Effectiveness and efficiency of operations, Reliability of financial  reporting , Compliance with applicable laws and regulations.
 
Kita sudah memahami semua Internal Control adalah building block  atau suatu bangunan  yang terdiri dari  lima komponen , dimulai yang paling bawah: Control Environment , kemudian Risk Assessment, diikuti Control Activities, selanjutnya Monitoring dan Communication& Information .
Framework COSO ini ternyata  sangat diterima oleh banyak kalangan, namun  beberapa  pihak  masih merasa kesulitan untuk  mendesign , mengimplementasikan  atau mengaplikasikan  framework ini.
Kerangka dan Pedoman yang diterbitkan secara kronologis adalah:
1992: ‘Internal Control Integrated Framework’ (COSO ICIF)
2004: ‘COSO Enterprise Risk Management’ (COSO ERM). Kerangka ini mengembangkan komponen risk assessment menjadi komponen-komponen enterprise risk management.
2006: ‘Internal Control Over Financial Reporting: Guidance for Smaller Public Companies’. Publikasi ini memberikan pedoman dalam mendisain, menerapkan dan mengevaluasi COSO framework (ICIF) untuk tujuan reporting, khususnya tujuan reliability of financial reporting.
2009: ‘Guidance on Monitoring Internal Control Systems’. Pedoman ini ditujukan untuk membantu organisasi dalam mendisain, menerapkan dan mengevaluasi prosedur monitoring. Dengan adanya pedoman ini, para pemakai diharapkan dapat membangun komponen ‘monitoring’ dalam internal controlnya agar dapat memperkuat komponen-komponen lainnya.
Khusus hal yang berkaitan dengan  salah satu tujuan  daripada Internal Control yaitu  “reliability of financial reporting “, COSO  pada bulan Oktober 2012 telah menerbitkan  Discussion  Draft  dengan judul: “Internal Control over External Financial Reporting:   A Compendium of Approaches and Examples”
Setahun sebelumnya, Desember  2011, COSO juga sudah menerbitkan Discussion Draft atas Revisi terhadap COSO Internal Control Integrated Framework. Pada saat itu, orang menyebutnya draft COSO III.
 
Pada bulan Mei 2013, COSO secara resmi meluncurkan penerbitan kedua dokumen tersebut (menjadi final) yakni:
  1. Updated Internal Control Integrated Framework (The Framework),
  2. Illustrative Tools for Assessing Effectiveness of a System of Internal Control (Illustrative Tools) yang memberikan templates dan scenarios yang bermanfaat dalam menerapkan the Framework, dan
  3. Internal Control over External Financial Reporting: A Compendium of Approaches and Examples (ICEFR Compendium) yang menyajikan pendekatan praktis dan contoh-contoh yang menggambarkan bagaimana komponen-komponen dan prinsip-prinsip yang ada dalam Framework dapat diterapkan dalam menyusun external financial statements
The Framework merupakan revisi atas original COSO ICIF (1992). Setelah terbit, julukan atas kerangka ini bukan lagi COSO III, tapi COSO 2013.
ICEFR Compendium merupakan revisi atas pedoman ICoFR (COSO 2006).
Pada saat ini kita semua masih diberikan kelonggaran waktu untuk melakukan penyesuaian. Masa transisi ini akan berakhir pada tanggal 15 Desember 2014. Setelah tanggal 15 Desember 2014, COSO ICIF (1992) maupun ICoFR (2006) dianggap sudah tidak ada lagi dan masing-masing diganti dengan The Framework  dan ICEFR Compendium.
 
Terlampir eksposure draft ICEFR Compendium dalam format PDF yang bisa dijadikan bahan referensi.
ICEFR Compendium yang final dapat dibeli di Bookstore IIA Inc Orlando dengan harga $ 110 ($ 88 untuk member). The Framework final dapat dibeli dengan harga $ 175 ($ 140 untuk member). Dalam the Framework sudah termasuk Illustrative Tools. Jika dibeli secara bundle (the framework dan ICEFR Compendium), harganya $ 270 ($ 216 untuk member).
Tulisan ini juga melampirkan Executive Summarydari the Framework.
Selamat  melakukan telaahan ….. hanya 107 halaman saja .
 
Wass
Baca Selebihnya

HUBUNGAN INTERNAL AUDIT DENGAN MANAJEMEN

By Admin, Posted in Tidak-Ada-Kategori, 17 September 2013

Pentingnya Hubungan Internal Audit dengan Manajemen
Oleh Pionir Harapan


Seiring dengan perkembangan bisnis yang berdampak terhadap organisasi dengan rentang kendali dan problematika yang timbul sebagai akibat turbulensi perekonomian, pimpinan organisasi memerlukan “alat” untuk mengetahui apakah setiap unit kerja dapat berfungsi seperti yang diharapkan, yang dapat memberikan masukan-masukan untuk meningkatkan kinerja organisasi. Oleh karenanya pimpinan memerlukan alat kendali yang independen, obyektif, dan mempunyai kompetensi serta keahlian yang dapat diandalkan yang dapat membantu dalam pencapaian tujuan organisasi, yaitu fungsi Internal Audit.
Dalam praktiknya masih terdapat pada beberapa organisasi di mana fungsi internal audit belum berfungsi seperti yang diharapkan atau belum difungsikan di dalam organisasi, sehingga timbul pertanyaan apakah internal audit harus ada atau sekedar ada ?

Ada Pepatah yang mengatakan tak kenal maka tak sayang, hal ini pun mungkin terjadi dalam praktik, yaitu masih banyak manajemen yang belum mengetahui fungsi dari internal audit, atau mungkin fungsi internal audit masih jauh dari yang diharapkan oleh manajemen.
Sebenarnya hubungan yang erat antara internal audit dengan manajemen akan dapat meningkatkan peran auditor dalam mencapai apa yang dituangkan di dalam internal audit charter, oleh karenanya Chief Audit Executive (CAE) dan Board harus jelas dalam menetapkan kesepahaman apa yang diharapkan oleh aktifitas internal audit.

Berdasarkan pengalaman penulis, keberhasilan fungsi internal audit sangat dipengaruhi dan dukungan atau seberapa besar manajemen “buy in” terhadap fungsi internal audit. Oleh karenanya sangat penting interaksi antara internal audit dengan manajemen, karena hubungan kerja yang baik sangat esensial bagi aktifitas internal audit untuk memenuhi tanggungjawabnya, tidak hanya dengan board, tetapi juga senior manajemen, pemegang saham, dan pemangku kepentingan lainnya.

Sejalan dengan hal tersebut The Institute of Internal Auditors (IIA) menerbitkan Practice Advisory yang mengatur beberapa aktifitas terutama yang dicapai CAE, merupakan kunci untuk tercapainya hubungan yang efektif antara board  (board as an organization’s governing body) dan aktifitas internal audit:

  1. Menjaga komunikasi yang efektif dengan board dan chair, termasuk komunikasi terbuka dan terus terang (tanpa ditutupi) dengan board
  2. Mengembangkan risk based plan audit yang  akan mempertemukan tujuan yang relevan dari board charter dan komunikasi kinerja aktifitas internal audit untuk perencanaan
  3. Laporan formal dan informal kepada board secara regular dan tepat waktu
  4. Membantu board di dalam memahami  charter, aktifitas, dan proses yang memadai untuk memenuhi tanggung jawabnya
  5. Menjamin bahwa internal audit charter, peranan, dan aktifitas telah dipahami dengan jelas dan responsif untuk kebutuhan board
  6. Membantu board di dalam memahami perubahan terhadap peraturan dan lingkungan bisnis yang berkaitan dengan governance, risk management, compliance, dan pengendalIan internal yang berkaitan.

Menurut Richard Chambers, president and CEO of the IIA, mencatat bahwa satu dari sepuluh CAE terkemuka saat ini menunjukkan kepiawaian berhubungan (relationship acumen). Richard menggambarkan kepiawaian hubungan merupakan kombinasi dari kompetensi yang tinggi (high competence) dan hubungan yang tinggi (high relationship) akan membuat fungsi internal audit menjadi trusted advisor.
Selanjutnya yang bersangkutan menyatakan bahwa kepiawaian berhubungan merupakan satu kunci atribut yang utama dari kesuksesan para CAE. Hubungan antara internal audit dengan senior executive digambarkan dalam The relational coordination framework, yaitu kerangka untuk koordinasi hubungan antara beberapa pemangku kepentingan di dalam suatu organisasi.  Relational coordination didasarkan pada ide bahwa koordinasi tidak hanya terbatas pada pengelolaan dari saling ketergantungan  antara tugas, tetapi juga pengelolaan dari saling ketergantungan antara manusia yang melaksanakan tugas tersebut.Para peneliti dengan mengacu kepada kajian akademik dan literatur profesional untuk mengidentifikasi expectation gaps yang dapat mengakibatkan kurangnya relation coordination antara para CAE dengan senior executives.

Hasil kajian mengindikasikan terdapat beberapa area yang dapat dilakukan penyempurnaan di masing-masing area kunci dari relational coordination, yang  dapat dikategorikan ke dalam dua elemen:

A. The Nature of Relationships
Hubungan koordinasi fokus pada task-based relationship. Hubungan task-base merupakan konsep  ikatan antara work roles, daripada ikatan personal antara masing-masing individu  yang melaksanakan  work roles tersebut.
Kuatnya hubungan (Strong relationships) akan mempunyai:

1. Shared goals
    Senior executive dan CAE diharapkan akan dapat mempunyai pemahaman yang sama atas pentingnya pengendalian intern, misi dan peranan dari fungsi Internal audit, dan prioritas atau risiko yang menjadi fokus utama. Ekspektasi dari senior executive sangat mengharapkan lebih dari yang telah ada, yaitu dari peran asuran tradisional kepada pendekatan orientasi konsultan. CAE dan konterpart di dalam executive management membutuhkan kerjasama untuk menciptakan dan berbagi pemahaman dari tujuan fungsi internal audit.

2. Shared knowledge
    Shared knowledge memungkinkan manusia untuk berkomunikasi satu dengan lainnya dengan tingkat yang akurat untuk mengetahui tidak saja dalam rangka mendapatkan tugas yang spesifik tetapi juga bagaimana tugas mereka berhubungan kepada partisipant in other function. Pengakuan senior executive merupakan hal yang sangat kritis, bahwa CAE dan para  profesional di dalam fungsi internal audit harus memiliki pengalaman dan pengetahuan bisnis yang kuat. Tanpa pengakuan, kemungkinan senior executive mempunyai ekspektasi yang rendah atas sifat dan kualitas dari kontribusi internal audit yang dapat diberikan untuk organisasi. Jadi untuk mengelola ekspektasi ini, internal audit mungkin membutuhkan suatu media untuk digunakan sebagai target industry training atau strategic hiring dalam rangka memperoleh tambahan keahlian terpadu.

3. Mutual respect
    Saling menghargai dapat meningkatkan kemungkinan personal menjadi mau menerima ide-ide baru untuk berkomunikasi dengan koleganya yang berlainan fungsi  tanpa memperhatikan status. Kurangnya saling menghargai antara CAE dengan senior executive dapat menjadi ukuran di dalam menentukan hasil yang diharapkan, seperti kurang pemanfaatan jasa audit , pengabaian rekomendasi Internal audit , atau dikucilkan dari organisasi. Dari hasil studi mengindikasikan bahwa fungsi internal audit akan meningkat kredibilitasnya dengan menjadi “grooming ground” untuk posisi pemimpin masa depan di dalam organisasi.


B.The quality of  communications
Ketiga dimensi hubungan tersebut ;shared goals, share knowledge, dan mutual respect  akan menghasilkan kualitas  komunikasi yang tinggi dalam memenuhi tujuan organisasi.Efektifnya komunikasi akan dapat jadi alat yang dapat saling percaya, hubungan yang sehat antar CAE dan senior executive. Jelasnya  masing-masing pihak di dalam organisasi diharapkan dapat bekerjasama, dengan hasil yang optimal untuk semua yang berkepentingan.
Sehubungan dengan relational coordination, sifat dari komunikasi yang berkualitas tinggi mempunyai empat karakteristik:

  1. Frequent
  2. Timely
  3. Accurate
  4. Problem solving

Permasalahan dalam komunikasi akan memperbesar expectation gaps antara internal audit dan senior executive. Di samping seperti yang telah diuraikan di atas, selanjutnya bagaimana komite audit dapat digunakan sebagai media untuk memperkecil gap antara internal audit dan senior executive. Selanjutnya bagaimana eksistensi internal di tempat kita bekerja?

Agar fungsi internal audit dapat dikenal, maka kita harus mempromosikan fungsi internal audit serta dapat memberikan sumbangan yang  nyata yang dapat membantu  manajemen, dengan demikian manajemen merasa terbantu dengan keberadaan internal audit dan tentunya akan memperkecil gap yang ada.

Referensi :

  1. International Professional Practices Framework (IPPF), The IIA 2011 edition.
  2. CAE Strategic Relationships Building Rapport with the Executive Suite, Mohammad J. Abdomohamaddi, DBA,CPA. Sridhar Ramamoorti,Phd, CIA, CFSA, CGAP, CRMA. Gerrit Sarens, Phd, CIA, CCSA
Baca Selebihnya

Silabus Ujian QIA

By Admin, Posted in Tidak-Ada-Kategori, 25 April 2013

Materi sertifikasi QIA menggunakan kerangka acuan kompetensi audit internal (Competency Framework for Internal Auditing - CFIA), Common Body of Knowledge The Institute of Internal Auditors (IIA), Content Specification Outline (CSO) ujian CIA (Certified Internal Auditor), serta memasukkan kebutuhan pengetahuan dan keterampilan praktik audit internal di Indonesia. 

Materi Sertifikasi QIA meliputi pengetahuan dan keterampilan yang perlu dikuasai oleh auditor internal di setiap jenjang/tingkat pelatihan.

QIA Framework

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 Tingkat Dasar wajib memahami:

  1. Fondasi Audit Internal
  2. Standar Profesi Audit Internal
  3. Akuntansi Keuangan
  4. Manajemen Keuangan
  5. Perilaku Organisasi
  6. Pengendalian Internal & Manajemen Risko
  7. Perencanaan & Perangkat Penugasan Audit
  8. Teknologi Informasi I
  9. Perpajakan
  10. Ketrampilan Manajemen

Kesepuluh materi diberikan dalam 2 (dua) jenjang pelatihan dan ujian sertifikasi yaitu Tingkat Dasar I dan Tingkat Dasar II. Sertifikat Audit Internal Tingkat Dasar akan diberikan setelah lulus semua materi ujian.

Tingkat Lanjutan wajib memahami:

  1. Pelaksanaan Penugasan Audit
  2. Perencanaan Audit Tahunan
  3. Audit Sampling
  4. Teknologi Informasi II
  5. Manajemen Operasi
  6. Lingkungan Bisnis Global
  7. Fraud Risk and Control
  8. Komunikasi Penugasan Audit
  9. Jenis Penugasan Audit
  10. Akuntansi Manajemen
  11. Teknologi Informasi III

Kesebelas materi diberikan dalam 2 (dua) jenjang pelatihan dan ujian sertifikasi yaitu Tingkat Lanjutan I dan Tingkat Lanjutan II. Sertifikat Audit Internal Tingkat Lanjutan akan diberikan setelah lulus semua materi ujian.I

Tingkat Manajerial wajib memahami:

  1. Peran Audit Internal dalam Corporate Governance dan Manajemen Risiko
  2. Corporate Governance
  3. Penugasan Assurance dan Consulting
  4. Quality Assurance and Improvement Program
  5. Perkembangan Internal Auditor
  6. Manajemen Audit Internal
  7. Komunikasi dalam Audit Internal
  8. Manajemen Stratejik
  9. Leadership dan Change Management
  10. Teknik Presentasi

Semua materi tersebut akan diuji secara tertulis dan bersifat komprehensif. Selain itu peserta diwajibkan menyusun paper/makalah untuk dipresentasikan di hadapan Penguji/Anggota DS-QIA. Penyusunan paper/makalah di Tingkat Manajerial harus asli/original sesuai dengan pengalaman dan kondisi organisasi/perusahaan tempat bekerja.

Baca Selebihnya

Standar

By Admin, Posted in Tidak-Ada-Kategori, 25 April 2013

Tujuan ditetapkannya Standar adalah untuk:

  1. Menjabarkan prinsip-prinsip dasar yang merepresentasikan praktik audit internal.
  2. Memberikan kerangka dasar untuk menghasilkan dan mengupayakan nilai tambah audit internal secara luas.
  3. Menetapkan dasar evaluasi kinerja audit internal.
  4. Mendorong perbaikan proses dan pelaksanaan kegiatan organisasi.

Standar adalah prinsip-prinsip yang menyediakan kerangka kerja bagi pelaksanaan audit internal. Standar adalah persyaratan wajib (mandatory), yang terdiri dari Pernyataan (Statement) dan Interpretasi. 

Pernyataan adalah persyaratan dasar atau minimal bagi praktik profesional audit internal sekaligus untuk mengevaluasi efektivitas kinerjanya.Persyaratan ini berlaku secara internasional baik pada tingkat organisasi maupun individu. 

Sedangkan Interpretasi menjelaskan lebih lanjut istilah atau konsep tersebut dalam pernyataan terkait. 

Pernyataan dan Interpretasi harus digunakan secara bersama-sama untuk memahami dan menerapkan standar dengan benar. Standar menggunakan istilah yang telah diberikan makna secara spesifik yang disertakan dalam Daftar Istilah (Glossary).

Standar terbagi dalam seksi-seksi sebagai berikut:

  1. Pendahuluan
  2. Standar Atribut, yaitu Standar yang berkaitan dengan karakteristik organisasi dan pihak-pihak yang melakukan kegiatan audit internal.
  3. Standar Kinerja, yaitu Standar yang menjelaskan sifat dari kegiatan audit internal dan sebagai kriteria evaluasi kinerja.
  4. Daftar Istilah

Download IPPF 2013

Baca Selebihnya

Dewan Sertifikas Qualified Internal Auditor © 2013 - Redesign by student@kwu.com